KATA PENGANTAR
Segala puji hanya bagi Allah azza wajalla yang telah menghiasai manusia dengan ilmu dan adab shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada nabi akhirjaman penuntun ajaran yang benar nabi Muhammad SAW. Dan kepada keluarganya kepada sahabatnya dan kepada kita sebagai umatnya.
Saya bersyukur kepada allah, karena dengan izin dan pertolongannya saya dapat mengerjakan dan menyelesaikan makalah ini saya mendapatkan banyak ilmu , karena banyak filosof- filosof yang belum pernah saya ketahui serta mendorong saya untuk terus menggali ilmu yang belum pernah saya ketahui . Pepatah mengatakan : jika kita banyak menggali ilmu maka banyak yang belum kita ketahui. Se4rta saya berterimakasih kepada dosen saya yang telah membimbing dan mendidik dan memberikan ilmunya kepada saya beliau bapak Abdul Malik.
Saat ini orang diluaran sana hanya mengetahui filosof- filosof barat yang menjadikan gaya pemikiran mereka seperti orang barat. Padahal masih banyak filosof islam yang belum mereka ketahui seperti: ibnu sina, al-kindi, al-farabi dan lain sebagainya. Agama kita harus menjadi filosof yang terkenal seperti beliau seta mempertahankan intelektual agama islam, karena sama dengan kita berjihad melawan kebodohan. Akhirnya hanya kepada allah kita memohon bimbingan dan petujuk agar tetap ada dalam lindungan serta bimbingannya.
Sukabumi, 03 Januari 2011
BAB I
PENDAHULUAN
Filsafat pertama muncul di Yunani kira-kira abad ke 7 SM. Filsafat muncul ketika orang mulai berfikir dan berdiskusi tentang keadaan alam, dunia dan alam sekitar mereka. Orang yang mula-mula menggunakan akal sekali secara serius adalah Yunani yang bernama Thales ( 624-546 SM ), orng ini yang digelari dengan bapak filsafat. Filosof-filopsof Yunani berikuitnya yang popular adalah sokrates, plato, dan aristoteles. Sokrates adalah guru Plato dan Aristoteles adalah murid Plato. Ada se4bagian yang mengatakan bahwa sejarah filsafat tidak lain hanyalah komentar-komentar karya Plato. Hal ini menunjukkan karya Plato yang sangat besar pada sejarah filsafat.
Banyak pendapat bahwa filsafat lahir dari Yunani, namun ada juga yang mengatakan bahwa filsafat mulai dari islam. Ada juga yang berpendapat bahwa filasat bersal dari gabungan keduanya. Filsafat islam tidak dipisahkan dari fiolsafat yunani kuno sebagai awal munculnya sejarah perkembangan filsafat. Filasafat islam memiliki kisah tersendiri dalam sejarah perkembangannya, dan filasafat barat juga mnemiliki riwayat yang berdeda dalam perjalanan sejarah mereka.
Pemikiran yang mendalam dalam mencari kebenaran merupakan hakekat dari filsafat, maka filssafat sangat perlu dipelajari agsr dapat memahami persoalan pemikiran yang sedang berkemban. Studi filafat sangat membantu dalam membangun keyakinan keagamaan berdasarkan kematangan intelektualitas. Filsafatt dapat medukung kepercayaan keagamaan seseorang, asal kepercayaan tersebut tidak tergantung pada kkonsepsi pra ilmiah yang usang sempit dan dogmatis.
Tokoh filsafat islam maupun filsafat barat memliki peran besar dalam dalam mempengaruhi perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan berikutnya. Maka hal ini sangat perlu di pelajari tokoh-tokoh keduanya sekaligus membandingkan untuk memahami buah fikirannya. Menurut zubaidi tokoh filsafat barat antara Rene Descartes, David Hume, Imanuel Kant, Hegel dan lain-lain. Harun Nasution mengatakan bahwa filsafat islam yang pertama muncul d abad ke 9 M adalah al-kindi, ar – Razi, ibnu sina dan llain-lain. Maka di makalah ini saya membahas tentang filsafat islam menurut al-farabi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep-konsep filsafat
Filsafat bersal dari kata bahasa arab yang berhubungan erat dengan kata Yunani, bahkan mamang berasal dari kata Yunani yaitu philosopia. Dalam kata yunani kata philosopia merupakan kata majemuk yang terdiri atas philo dan sophia artinya cinta dalam arti yang luas, yaitu ingin, dan karena itu lalu mencapai yang diinginkannya itu; Sophia artinya kebijakan, yang artinya pandai, pengertian yang mendalam definisinya filsafat sebagai jenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab sedalam-dalamnya dari segala sesuatu berdasarkan fikiran belaka.
Bagi al-farabi, filsafat adalah pengetahuan tentang alam wujud bagaimana hakekat yang sebenarnya. Al-kindi berpendapat filsafat, merupakan pengetahuan tentang hakekat segala sesuatu, dan ini mengandung teologi (al-rububyah ), ilmu tauhid, etika dan seluruh ilmu pengetahuan uang bermanfaat. Ibnu sina mengaitkan filsafat dan jkesempurnaan diri filsafat adalah penyempurnaan jiwa manusia melalui pengkonsepsian hal ihwal dan penimbangan kebenaran-kebenaran teoritis dan praktis dalam batas-batas kemampuan manusia.
Dalam pendapat diatas biasa dikatakan bahwa filsafat, merupakan studi yang mempelajari tentang kehidupan manusia serta fenomena alam atau kehidupan serta pemikiran-pemikiran manusia yang kritis baik dalam logika, berfikir, bahasa, dan etika maupun metafisika.
B. Filsafat Islam
Filsafat Islam terdiri dari dua kata. Filsafat dapat diarikan sebai berfikir yang bebas., radikal dan dalam dataran makna. Bebas artinya tidak ada fikiran yng menghalangi bekerja. Sedangkan kata islam, secara sematik bersal dari kata salima artinya menyerah, tunduk dan selamat. Jdi pada hakekatnya adalah nberfikir bebas, radikal dan berada dalam taraf makna yang memiliki sifat, corak dan karakter yang menyelamatkan dan memberikan kedamaian hati.
Filsafat Islam tumbuh dari dua lingkunganyang hidup sejaman yang sama-sama meletakkan sendi-sendi kajian rasional Islam. Menurut madkour pertama, lingkungan kaum penerjemah yang memasok dunia Islam dengan buah pemikiran kelasik baik timur maupun barat. Keduanya lingkungan sakte teologis Islam, hususnya muktajilah.
Filsafat islam mengalami masa gemilang miulai abad ke-8 sampai abad ke-13 pada masa ini berkembang penerjemah kedalam bahasa arab karya-karya filosof yunani atas dorongan khalifah-khalifah bani abbasiah yaitu al-mansyur, harun ar-rosyid, kemudian al-makmun. Berdirilah perguruabn bait al-hikmah. Selain sebagai pusat penerjemah juga sebagai pusai filsafat dan sains.
C. Ciri filsafat Islam
Filsafat islam mempunyai cirri sebagai berikut:
Sebagai Filsafat Religius
Topic-tpoik filsafat islam bersifat religius, dimulai dengan meng-Esakan tuhan dan menganalisis secara universal dan menukik ke tepori keTuhanan yang terdahulu sebelumnya.
Filsafat Rasional
Akal manusia merupakan salah satu potensi jiwa dan disebut rasional soul. Walaupun bersifat religius – spiritual tetapi tetap bertumpu pada akal. Dalam menafsirkan fenomena kebutuhan.
Filsafat sinkretis
Filsafat islam memadukan antara sesame filosof. Memadukan berarti mendekatkan dan mengumpulkan dua sudut, dalam filsafat ada aspek yang tidak sesuai dengan agama.
Filsafat yang berhubungan kuat dengan ilmu pengetahuan
Saling take and give, karena dalam kajian-kajian filosof terdapat ilmu pengetahuan dan sebuah problematika saintis, sebaliknya dalam saintis terdapat prinsip-prinsip dan teori-teori filosofis.
D. Tokoh filasafat dalam Islam
A. Sejarah al-farabi
Dalam islam pun banyak tokoh filsafat tapi yang akan saya bahas kali ini adalah tentang AL-farabi. Tulisan filsafat politik al-farabi merujuk pada sebuah rangkaian konsekuensi-konsekuensi politik yang disimpulkan dari isu-isu moral yang fundamental. Secara definitif filsafat politik harus tetap bersifat independent; terbebas dari system religius tertentu berbagai macam kepercayaan. Hal ini dikarenakan ia dilandaskan pada pilar-pilar metafisika dan rasio.
Mengingkari validitas politik islam sama artitinya dengan mengabaikan aspek-aspek filsafat dan ideologi dari isu-isu politik. Banyak problem-problem filsafat dalam politik mempunyai hubungan erat dengan agama. Dan banyak ajaran agama islam yang menawarkan, secara langsung atau tidak langsung, jawabanjawaban yang ttepat terhadap masalah-masalah esensial dalam filsafat politik.
AL-farabi hidup tahun 870-950 M, dia meninggal dalam iusia 80 tahun filsafatnya yang terkenal adalah emanasi. Filsafatnya mengatakan bahwa yang banyak ini timbul dari yang satu. Tuhan bersifat maha satu tidak berubah jauh dari materi, jauh dari banyak, maha sempurna, dan tidak berhajat apapun. Al-farabi memulai berfikir politiknya pada saat tatkala pada saat menyinggung asal-usul dan kemunculannya Negara dan kota.
Menurutnya masyarakat muncul dari keberadaan kesatuan dari individu-individu saling membutuhkan satu sama lain. Serta saling bahu membahu antar individu ini dalam masyarakat merupakan hakikat kecenderungan kodrati dalam manusia, dan memungkinkan setriap oramng mencapai kesempurnaan tertinggi. [Nader: 117, Wezler: 229]. Akibatnya berkat masyarakat bekerjasama, gotong royong, saling m,emberi serta memenuhi kebutuhan dasariah sesamanya.
Kesempurnaan tertinggi bari al-farabi adalah kebahagiaan (felicity) brkemungkinan dapat diraih oleh jiwa seseorang dalam derajat kesempurnaan tertentu. Prihal masyarakat al-farabi menegaskan bahwa individu itu koeksis (hidup secara berdampingan) dalam jum,lah besar dan mendiami daerah-daerah penduduk, baik tempat tersebut utama (excellent) ataupun tidak utama (unxellent) masyarakat utama dibagi kedalam sempurna (perfect) atau tidak sempurna (imperferct). Masyarakat ini tercakup kedalam tiga golongan atas, menengah dan bawah. Jenis ini dapat dibandingkan dengan perserikatan bangsa-bangsa (united nations, al-jama’ah fil al-ma’murah). Jenis ini dapat diasosiasikan dengan perserikan bangsa-bangsa (nation state, ummah) sedangkan masyarakat kecil terdiri dari penduduk satu kota dan dapat di identifikasi berupa Negara dan kota (city-state, ahl al-madinah). Disisilain masyarakat yang tidak sempurna adalah masyakat di pedesaan (qaryah) mrupakan satuan terkecil dari seluruhnya. [ Nader:117, Wazer: 229] . kota menjadi wilayah dari sebuah bangsa , dan bangsa merupakan baguian dari seluruh masyarakat penduduk dunia.
Al-farabi tidak mengatakan Negara-kota menjadi bentuk paling baik atau pilihan satu-satunya bagi masyarakat dalam merengkuh kebahagiaan, karena ia memegang prinsip bahwa tiga bentuk masyarakat utama diatas juga dapat membawa masyarakat menuju kesempurnaan tertinggi. Dengan kata lain al-farabi percaya keberadaan perserikatan bangsa-bangsa utama, bangsa utama, selain dari negara kota utama [Nader:118, Walzer : 231]. Sehinga tidak benar untuk mengumandangkan al-fabari, hanya memfokuskan gagasannya pada Negara kota.
Masayakat tidak utama (unexcellent society) di katagorikan kedal;am kota bodoh (al-madinah al-jahiliyyah) kota rusak (al-madinah alfasiqqah) kota dalam kemunduran (al-madinah al-muta’badalah), kota sesat (al-amadinah al-adlallah) dan evil grass (keluarga jahat). [Nader: 131,Walzer:253-255] .
Kota bodoh adalah kota yang masyarakatnya tidak mengetahui kebehagiaan sejati. Bahkan jikapun benar-benar dibimbing kearah sana,mereka tidak mengetahui ataupun memercayainya. Kebahagiaan hanya mereka akui dan terima adalah kebugaran jasmani, bebas ubntuk melepaskan hasrat, dan gila hormat. Benda djadikan tujuan hidup, walaupun pada kenyataan hal itu adalah tidak benar, dibuat-buat (superficial), dan merupakan kebahagiaan palsu. Kota bodoh dibagi kedalam :
1. kota darurat{ al-madinah al-dlaruriyyah}
2. kota picik { al-madinah al-mazhzhalah}
3. kota rusak dan hina { almadinah al-khissah wa al-suquth }
4. kota gila hormat { al-madinah al-karamah }
5. kota haus kekuasaan { al-madinah al-taghallub }
6. kota demokrasi { al-madinah al-jama’iyah }
Akan tertapi tindakan tindakannya sama persis dengan kota bodoh. Kota (mengalami) kemunduran, yaitu kota yang awalnya memiliki pandangan-pandangan dan tindakan-tindakan prersis kota utama, namun selanjutnya berubah menjadi kehidupan nista. Masyarakat tidak mempercayai tuhan, dan para penguasa tingginya menipu mastyarakatnya dengan mengtaku-ngaku mendapat wahyu dari tuhan. Evil gras (keluarga sesat) adalah orang-orang bermoral rendah , tidak beradab, dan bertabiat liar. [Nader: 133, Walzer: 159].
Tidak seperti kota tidak utama, kota utama menyerupai tubuh sehat sempurna, hal mana anggota-anggota tubuhnya bekerja bekerjasama dalam membuat hidup sempurna. Tubuhnya sempurna memiliki sejumlah organ dan bagian-bagian mempunyai tingkatan-tingkatan dari bagian-bagian penting dan pokok hingga sampai pada bagian lebih rendah dan inferior. Bagian pertama adalah penguasa kota. Dibawahnya masyarakat melakukan tindakan sesuai dengan tujuan-tujuan pada masyarakat pertama, diikuti oleh kelompok terakhir mrlakukan tindakan sesuai dengan ytujuan-tujuan kelompok kedua [Nader: 119,Walzer: 223].
Pada titik ini benar saat mengangap al-fabari memiliki tiga klasifikasi kelas masyarakat dalam Negara. Juga benar bahwa al-fabari, pada kenyataannya di pengaruhi plato, selajnjutnya pergi melampaui plato sendiri. Plato mencoba berfikir rasional ternyata tidak berhasil menemukan pendasaran rasional bagi teorinya yang mengkatagorikan masyakat kedalam tiga kelas. Menurut plato, kelas pertama terdiri dari seorang kepala Negara yang otoritasnya ialah memerintah dan mengatur Negara. Kelas kedua terbangun dari angkatan bersenjata, kekuatan militer, bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan Negara. Dan kelas ke tiga adalah masyarakat umum berlkewajiban menyediakan seluruh keperluan Negara. Guna mendukung klasifikasinya, plato jelas sekali membutuhkan konsep kebohongan mulia (Royal lie) menyatakan bahwa tuhan telah menciptakan manusia kedalam tiga jenis, masing-masing tercipta dari emas, perak, dan tembaga, serta besi. Sedangkan al-fabari menggunakan pandangan tentang organ-organ tubuh untuk perbandingan., hatta tampak konsepsi meta fisikya yang lain saling berhubungan.
B. Tentang Organ-organ dan Anggota Tubuh
Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, al-fabari menghubungkan masyarakt dengan tingkatan-tingkatan organ dan anggota tubuh. Oleh sebab itu al-fabari menjelaskan bahwa hati ( qalb ) merupakan organ terpenting dari tubuh, dan hati tidak di perintah oleh organ-organ lainnya. Organ selanjutnya adalah otak ( dimagh ) yang ,merupakan organ sekunder. Yang terakhir diperintah oleh hati tapi memerintah organ-organ lainnya. Ia ( otak ) membantu hati melalui empat fungsi:
- mengatur panas bagian dalam ( al-harrah al-ghariziyyah innate heart) yang berasal dari hati;
- Menyuplai kekuatan syaraf inderawi ( al-quwwah al-hassah al-raissah ) agar anggota inti panca indera dapat bergerak;
- Memberiakn alat-alat penggerak syaraf ( alat al-adla ) supaya anggota tubuh dalam hati bisa digerakkan;
- Menyediakan kekuatan bersama sumsum tulang belakang ( al-nukha ) kepada syaraf yang mempunyai akar-akar didalamnya. [Nader: 92-94,Walzer: 175-181].
Dibawah otak terdapat jantung ( al-kabid ), limpa (al-thihal), dan organ-organ reproduksi ( adla al-tawlid). Disamping organ-organ tersebut terdapat organ-organ lebih rendah ( subordinate ) nam,un bekerja secara bersama, baik dilakukan sendiri maupun kolektif bersama empat bagian pokok seperti mulut ( al-famm) paru-paru(al -riah), ginjal ( al-kulliyyah)dan lain lain. [Nader: 96,Walzer: 183-185].
Sama halnya dengan Negara pun mempunyai fungsi yang beragam serta berjalan dengan alurnya, ada fungsi utama yaitu kepala Negara dan fungsi kedua adalah dukungan dari masyarakat yang mengatur negaranya menjadi negara yang utama bukan menjadi negara bodoh.
Menjadi jelas dari pemaparan diatas, bahwa karakteristik pemikiran al-fabari senan tiasa di mulai dengan elemen peran utama disetiap segala sesuatu. Sebab pertama merupakan eksisrten penting dan utama bagi benda-benda (bodies) incorporeal (sebab kedua), dan bagi eksisten-eksisten lain setelah benda-benda incorporeal tersebut. Jiwa ialah eksistensi penting bagi tubuh; dan hati merupakan fakultas penting bagi tubuh. Akan tetapi, kita harus membedakan antara kasus sebab pertama dan esensi-esensi lainya . tidak seperti sebab pertama yang intelek, dipikirkan, dan memikirkan dalam dirinya sendiri, sebab-sebab yang lain memerlukan eksistensi lainnya untuk dukungan.
BAB III
KOMENTAR
Dalam pemikiran al-farabi berbeda dengan pemikiran barat mereka hanya menengahkan tentang pemikiran logikanya saja sedangkan al-farabi menengahkan politiknya dihubungkan dengan kehidupan manusia seperti halnya pemikiran tentang negara al-farabi negara di samakan halnya dengan organ tubuh manusia yang memiliki fungsi dan peran yang berbeda.
Begitu pula dengan negara satu negara berbeda dengan negara lainya dan menginginkan menjadi negara yang utama dari negara-negara lain. Tulisan filsafat politik al-farabi merujuk pada sebuah rangkaian konsekuensi-konsekuensi politik yang disimpulkan dari isu-isu moral yang fundamental. Secara definitif filsafat politik harus tetap bersifat independent; terbebas dari system religius tertentu berbagai macam kepercayaan. Hal ini dikarenakan ia dilandaskan pada pilar-pilar metafisika dan rasio.
SIMPULAN
Tulisan filsafat politik al-farabi merujuk pada sebuah rangkaian konsekuensi-konsekuensi politik yang disimpulkan dari isu-isu moral yang fundamental. Secara definitif filsafat politik harus tetap bersifat independent; terbebas dari system religius tertentu berbagai macam kepercayaan. Hal ini dikarenakan ia dilandaskan pada pilar-pilar metafisika dan rasio.
Kota bodoh dibagi kedalam enam bagian :
1. kota darurat{ al-madinah al-dlaruriyyah}
2. kota picik { al-madinah al-mazhzhalah}
3. kota rusak dan hina { almadinah al-khissah wa al-suquth }
4. kota gila hormat { al-madinah al-karamah }
5. kota haus kekuasaan { al-madinah al-taghallub }
6. kota demokrasi { al-madinah al-jama’iyah }
Hati mempunyai empat fungsi:
a. mengatur panas bagian dalam ( al-harrah al-ghariziyyah innate heart) yang berasal dari hati;
b. Menyuplai kekuatan syaraf inderawi ( al-quwwah al-hassah al-raissah ) agar anggota inti panca indera dapat bergerak;
c. Memberiakn alat-alat penggerak syaraf ( alat al-adla ) supaya anggota tubuh dalam hati bisa digerakkan;
d. Menyediakan kekuatan bersama sumsum tulang belakang ( al-nukha ) kepada syaraf yang mempunyai akar-akar didalamnya.
DAFTAR PUSTAKA
Harun Nasution, Akal dan Wahyu Dalam Islam, (Jakarta : Universitas Indonesia, 1982)
NANANG TAHQIQ (ed), Politik Islam, ( Jakata : KENCANA April 2004)
Internet :http//www.scribd.com/doc/3947427/Konsep-Psikologi-alFarabi
MAKALAH FILSAFAT
PEMIKIRAN AL-FARABI
Untuk Memenuhi Nilai UAS Semester III B Sekolah Tinggi Agama Islam Sukabumi
Dosen : Bapak Abdul Malik, S.Ag.
Nama: IWAN MUHAMMAD KOSIM
SEMESTER: III B
NIM : 2009.1055

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
KOTA SUKABUMI
2011