@mail : iwanmuhammad55@yahoo.co.id
Banyak para ilmuan atau para pakar politik yang menjelaskan bahwa teroris berasala dari kaum khawarij. Kaum ini berpendapat bahwa jika orang kafir yang tidak bias diajak ,masuk isam maka mereka berpendapat iharus diperangi dan itu ternasuk jihad. Padahal islam sebenarnya tidak mengajarkan seperti itu melainkan jika orang atau non-muslim menyatakan perang dengan orang islam maka harus di perangi dan itu termasuk jihad, jika mereka tidak menyatakan perang dengan orang islam maka kita wajib untuk mendoakannya supaya mendapatkan hidayah.
Mereka berpendapat seperti itu karena mereka geram akan tindakan-tindakan non muslim atas atas pelcehan agama, memang sebenarnya dalam islam pun kita harus membalasnya akan tetapi dengan tidak cara teroris dan banyak pula pembela-pembela agama islam yang menyatakan pro dengan teroris (para ulama) dan ada juga sebagian besar di kalangan itu contra dengan teroris mengapa? Karena banyak juga umat islam yang tiak bersalah terkena bom! Dari teroris.
Paling banyak teroris yaitu di Indonesia yang telah tertangkap oleh polisi seperti abu bakar baasyir dkk.
Mengapa rakyat Indonesia bayak yang menjadi teroris?
Sayapun cukup mengherankan karena di Indonesia bayak umat islam yang mengerti akan islam itu sediri, akan tetapi banyak juga yang di nobatkan sebagai teroris yaitu umat islam. Para peniliti social berpendapat bahwa yang menjadi factor utama menjadi seorang teroris yaitu PENGANGURAN.
Di sisi lain juga rakyat Indonesia pun paling banyak yaitu penganguran jumlah di Indonesia yang keluar dari prguruan tinggi (sarjana I) SI per tahun ± 10.000 orang. Belum tentu uuga mereka mandapatkan pekerjaan yang layak untuk, mereka shingga asumsi kaum khawarij dan doktrin-doktrin kaum ini dapat di terima oleh para pengangguran, karena kebanyakan orang-orang teroris adalah dari orang-orabng yang berintelektual yang tinggi seperti : elektronika, kimia, IT dan lain sebagainya.
Jadi siapakah yang salah? Teroris atau pemerintah ? jadi masihkan pemerintah kita menyalahkan teroris kebanyakan pemerintah melihat dari satu aspek saja, akan tetapi aspek yang lain tidak difikirkan. Karena pemeintah berpendapat bahwa jika mereka dari kaum khawarij maka mereka teroris belum tentu juga semua kaum khawarij itu adalah teroris.
Seharusnya kita pun ikut berfikir bagaimana caranya kita membersihkan para pengangguran dan memberikan lapangan pekerjaan untuk mereka, maka teroris pun berkurang bukan semakin bertambah dan pengangkapan atau pembersihan teroris pun mudah untuk membersihkannya.
Kadang kita pun dibuat risih oleh teroris tersebut bukan perlawanan yang kita cari, tapi bagaimana? kita memberikan masukan kepada mereka itulah yang harus kita fikirkan matang-matang.
Semoga pemerintah kita mengerti akan kehidupan rakyatnya.