Kamis, 06 Januari 2011

KATA PENGANTAR

Segala puji hanya bagi Allah azza wajalla yang telah menghiasai manusia dengan ilmu dan adab shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada nabi akhirjaman penuntun ajaran yang benar nabi Muhammad SAW. Dan kepada keluarganya kepada sahabatnya dan kepada kita sebagai umatnya.

Saya bersyukur kepada allah, karena dengan izin dan pertolongannya saya dapat mengerjakan dan menyelesaikan makalah ini saya mendapatkan banyak ilmu , karena banyak filosof- filosof yang belum pernah saya ketahui serta mendorong saya untuk terus menggali ilmu yang belum pernah saya ketahui . Pepatah mengatakan : jika kita banyak menggali ilmu maka banyak yang belum kita ketahui. Se4rta saya berterimakasih kepada dosen saya yang telah membimbing dan mendidik dan memberikan ilmunya kepada saya beliau bapak Abdul Malik.

Saat ini orang diluaran sana hanya mengetahui filosof- filosof barat yang menjadikan gaya pemikiran mereka seperti orang barat. Padahal masih banyak filosof islam yang belum mereka ketahui seperti: ibnu sina, al-kindi, al-farabi dan lain sebagainya. Agama kita harus menjadi filosof yang terkenal seperti beliau seta mempertahankan intelektual agama islam, karena sama dengan kita berjihad melawan kebodohan. Akhirnya hanya kepada allah kita memohon bimbingan dan petujuk agar tetap ada dalam lindungan serta bimbingannya.

Sukabumi, 03 Januari 2011

BAB I

PENDAHULUAN

Filsafat pertama muncul di Yunani kira-kira abad ke 7 SM. Filsafat muncul ketika orang mulai berfikir dan berdiskusi tentang keadaan alam, dunia dan alam sekitar mereka. Orang yang mula-mula menggunakan akal sekali secara serius adalah Yunani yang bernama Thales ( 624-546 SM ), orng ini yang digelari dengan bapak filsafat. Filosof-filopsof Yunani berikuitnya yang popular adalah sokrates, plato, dan aristoteles. Sokrates adalah guru Plato dan Aristoteles adalah murid Plato. Ada se4bagian yang mengatakan bahwa sejarah filsafat tidak lain hanyalah komentar-komentar karya Plato. Hal ini menunjukkan karya Plato yang sangat besar pada sejarah filsafat.

Banyak pendapat bahwa filsafat lahir dari Yunani, namun ada juga yang mengatakan bahwa filsafat mulai dari islam. Ada juga yang berpendapat bahwa filasat bersal dari gabungan keduanya. Filsafat islam tidak dipisahkan dari fiolsafat yunani kuno sebagai awal munculnya sejarah perkembangan filsafat. Filasafat islam memiliki kisah tersendiri dalam sejarah perkembangannya, dan filasafat barat juga mnemiliki riwayat yang berdeda dalam perjalanan sejarah mereka.

Pemikiran yang mendalam dalam mencari kebenaran merupakan hakekat dari filsafat, maka filssafat sangat perlu dipelajari agsr dapat memahami persoalan pemikiran yang sedang berkemban. Studi filafat sangat membantu dalam membangun keyakinan keagamaan berdasarkan kematangan intelektualitas. Filsafatt dapat medukung kepercayaan keagamaan seseorang, asal kepercayaan tersebut tidak tergantung pada kkonsepsi pra ilmiah yang usang sempit dan dogmatis.

Tokoh filsafat islam maupun filsafat barat memliki peran besar dalam dalam mempengaruhi perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan berikutnya. Maka hal ini sangat perlu di pelajari tokoh-tokoh keduanya sekaligus membandingkan untuk memahami buah fikirannya. Menurut zubaidi tokoh filsafat barat antara Rene Descartes, David Hume, Imanuel Kant, Hegel dan lain-lain. Harun Nasution mengatakan bahwa filsafat islam yang pertama muncul d abad ke 9 M adalah al-kindi, ar – Razi, ibnu sina dan llain-lain. Maka di makalah ini saya membahas tentang filsafat islam menurut al-farabi.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Konsep-konsep filsafat

Filsafat bersal dari kata bahasa arab yang berhubungan erat dengan kata Yunani, bahkan mamang berasal dari kata Yunani yaitu philosopia. Dalam kata yunani kata philosopia merupakan kata majemuk yang terdiri atas philo dan sophia artinya cinta dalam arti yang luas, yaitu ingin, dan karena itu lalu mencapai yang diinginkannya itu; Sophia artinya kebijakan, yang artinya pandai, pengertian yang mendalam definisinya filsafat sebagai jenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab sedalam-dalamnya dari segala sesuatu berdasarkan fikiran belaka.

Bagi al-farabi, filsafat adalah pengetahuan tentang alam wujud bagaimana hakekat yang sebenarnya. Al-kindi berpendapat filsafat, merupakan pengetahuan tentang hakekat segala sesuatu, dan ini mengandung teologi (al-rububyah ), ilmu tauhid, etika dan seluruh ilmu pengetahuan uang bermanfaat. Ibnu sina mengaitkan filsafat dan jkesempurnaan diri filsafat adalah penyempurnaan jiwa manusia melalui pengkonsepsian hal ihwal dan penimbangan kebenaran-kebenaran teoritis dan praktis dalam batas-batas kemampuan manusia.

Dalam pendapat diatas biasa dikatakan bahwa filsafat, merupakan studi yang mempelajari tentang kehidupan manusia serta fenomena alam atau kehidupan serta pemikiran-pemikiran manusia yang kritis baik dalam logika, berfikir, bahasa, dan etika maupun metafisika.

B. Filsafat Islam

Filsafat Islam terdiri dari dua kata. Filsafat dapat diarikan sebai berfikir yang bebas., radikal dan dalam dataran makna. Bebas artinya tidak ada fikiran yng menghalangi bekerja. Sedangkan kata islam, secara sematik bersal dari kata salima artinya menyerah, tunduk dan selamat. Jdi pada hakekatnya adalah nberfikir bebas, radikal dan berada dalam taraf makna yang memiliki sifat, corak dan karakter yang menyelamatkan dan memberikan kedamaian hati.

Filsafat Islam tumbuh dari dua lingkunganyang hidup sejaman yang sama-sama meletakkan sendi-sendi kajian rasional Islam. Menurut madkour pertama, lingkungan kaum penerjemah yang memasok dunia Islam dengan buah pemikiran kelasik baik timur maupun barat. Keduanya lingkungan sakte teologis Islam, hususnya muktajilah.

Filsafat islam mengalami masa gemilang miulai abad ke-8 sampai abad ke-13 pada masa ini berkembang penerjemah kedalam bahasa arab karya-karya filosof yunani atas dorongan khalifah-khalifah bani abbasiah yaitu al-mansyur, harun ar-rosyid, kemudian al-makmun. Berdirilah perguruabn bait al-hikmah. Selain sebagai pusat penerjemah juga sebagai pusai filsafat dan sains.

C. Ciri filsafat Islam

Filsafat islam mempunyai cirri sebagai berikut:

Sebagai Filsafat Religius

Topic-tpoik filsafat islam bersifat religius, dimulai dengan meng-Esakan tuhan dan menganalisis secara universal dan menukik ke tepori keTuhanan yang terdahulu sebelumnya.

Filsafat Rasional

Akal manusia merupakan salah satu potensi jiwa dan disebut rasional soul. Walaupun bersifat religius – spiritual tetapi tetap bertumpu pada akal. Dalam menafsirkan fenomena kebutuhan.

Filsafat sinkretis

Filsafat islam memadukan antara sesame filosof. Memadukan berarti mendekatkan dan mengumpulkan dua sudut, dalam filsafat ada aspek yang tidak sesuai dengan agama.

Filsafat yang berhubungan kuat dengan ilmu pengetahuan

Saling take and give, karena dalam kajian-kajian filosof terdapat ilmu pengetahuan dan sebuah problematika saintis, sebaliknya dalam saintis terdapat prinsip-prinsip dan teori-teori filosofis.

D. Tokoh filasafat dalam Islam

A. Sejarah al-farabi

Dalam islam pun banyak tokoh filsafat tapi yang akan saya bahas kali ini adalah tentang AL-farabi. Tulisan filsafat politik al-farabi merujuk pada sebuah rangkaian konsekuensi-konsekuensi politik yang disimpulkan dari isu-isu moral yang fundamental. Secara definitif filsafat politik harus tetap bersifat independent; terbebas dari system religius tertentu berbagai macam kepercayaan. Hal ini dikarenakan ia dilandaskan pada pilar-pilar metafisika dan rasio.

Mengingkari validitas politik islam sama artitinya dengan mengabaikan aspek-aspek filsafat dan ideologi dari isu-isu politik. Banyak problem-problem filsafat dalam politik mempunyai hubungan erat dengan agama. Dan banyak ajaran agama islam yang menawarkan, secara langsung atau tidak langsung, jawabanjawaban yang ttepat terhadap masalah-masalah esensial dalam filsafat politik.

AL-farabi hidup tahun 870-950 M, dia meninggal dalam iusia 80 tahun filsafatnya yang terkenal adalah emanasi. Filsafatnya mengatakan bahwa yang banyak ini timbul dari yang satu. Tuhan bersifat maha satu tidak berubah jauh dari materi, jauh dari banyak, maha sempurna, dan tidak berhajat apapun. Al-farabi memulai berfikir politiknya pada saat tatkala pada saat menyinggung asal-usul dan kemunculannya Negara dan kota.

Menurutnya masyarakat muncul dari keberadaan kesatuan dari individu-individu saling membutuhkan satu sama lain. Serta saling bahu membahu antar individu ini dalam masyarakat merupakan hakikat kecenderungan kodrati dalam manusia, dan memungkinkan setriap oramng mencapai kesempurnaan tertinggi. [Nader: 117, Wezler: 229]. Akibatnya berkat masyarakat bekerjasama, gotong royong, saling m,emberi serta memenuhi kebutuhan dasariah sesamanya.

Kesempurnaan tertinggi bari al-farabi adalah kebahagiaan (felicity) brkemungkinan dapat diraih oleh jiwa seseorang dalam derajat kesempurnaan tertentu. Prihal masyarakat al-farabi menegaskan bahwa individu itu koeksis (hidup secara berdampingan) dalam jum,lah besar dan mendiami daerah-daerah penduduk, baik tempat tersebut utama (excellent) ataupun tidak utama (unxellent) masyarakat utama dibagi kedalam sempurna (perfect) atau tidak sempurna (imperferct). Masyarakat ini tercakup kedalam tiga golongan atas, menengah dan bawah. Jenis ini dapat dibandingkan dengan perserikatan bangsa-bangsa (united nations, al-jama’ah fil al-ma’murah). Jenis ini dapat diasosiasikan dengan perserikan bangsa-bangsa (nation state, ummah) sedangkan masyarakat kecil terdiri dari penduduk satu kota dan dapat di identifikasi berupa Negara dan kota (city-state, ahl al-madinah). Disisilain masyarakat yang tidak sempurna adalah masyakat di pedesaan (qaryah) mrupakan satuan terkecil dari seluruhnya. [ Nader:117, Wazer: 229] . kota menjadi wilayah dari sebuah bangsa , dan bangsa merupakan baguian dari seluruh masyarakat penduduk dunia.

Al-farabi tidak mengatakan Negara-kota menjadi bentuk paling baik atau pilihan satu-satunya bagi masyarakat dalam merengkuh kebahagiaan, karena ia memegang prinsip bahwa tiga bentuk masyarakat utama diatas juga dapat membawa masyarakat menuju kesempurnaan tertinggi. Dengan kata lain al-farabi percaya keberadaan perserikatan bangsa-bangsa utama, bangsa utama, selain dari negara kota utama [Nader:118, Walzer : 231]. Sehinga tidak benar untuk mengumandangkan al-fabari, hanya memfokuskan gagasannya pada Negara kota.

Masayakat tidak utama (unexcellent society) di katagorikan kedal;am kota bodoh (al-madinah al-jahiliyyah) kota rusak (al-madinah alfasiqqah) kota dalam kemunduran (al-madinah al-muta’badalah), kota sesat (al-amadinah al-adlallah) dan evil grass (keluarga jahat). [Nader: 131,Walzer:253-255] .

Kota bodoh adalah kota yang masyarakatnya tidak mengetahui kebehagiaan sejati. Bahkan jikapun benar-benar dibimbing kearah sana,mereka tidak mengetahui ataupun memercayainya. Kebahagiaan hanya mereka akui dan terima adalah kebugaran jasmani, bebas ubntuk melepaskan hasrat, dan gila hormat. Benda djadikan tujuan hidup, walaupun pada kenyataan hal itu adalah tidak benar, dibuat-buat (superficial), dan merupakan kebahagiaan palsu. Kota bodoh dibagi kedalam :

1. kota darurat{ al-madinah al-dlaruriyyah}

2. kota picik { al-madinah al-mazhzhalah}

3. kota rusak dan hina { almadinah al-khissah wa al-suquth }

4. kota gila hormat { al-madinah al-karamah }

5. kota haus kekuasaan { al-madinah al-taghallub }

6. kota demokrasi { al-madinah al-jama’iyah }

Akan tertapi tindakan tindakannya sama persis dengan kota bodoh. Kota (mengalami) kemunduran, yaitu kota yang awalnya memiliki pandangan-pandangan dan tindakan-tindakan prersis kota utama, namun selanjutnya berubah menjadi kehidupan nista. Masyarakat tidak mempercayai tuhan, dan para penguasa tingginya menipu mastyarakatnya dengan mengtaku-ngaku mendapat wahyu dari tuhan. Evil gras (keluarga sesat) adalah orang-orang bermoral rendah , tidak beradab, dan bertabiat liar. [Nader: 133, Walzer: 159].

Tidak seperti kota tidak utama, kota utama menyerupai tubuh sehat sempurna, hal mana anggota-anggota tubuhnya bekerja bekerjasama dalam membuat hidup sempurna. Tubuhnya sempurna memiliki sejumlah organ dan bagian-bagian mempunyai tingkatan-tingkatan dari bagian-bagian penting dan pokok hingga sampai pada bagian lebih rendah dan inferior. Bagian pertama adalah penguasa kota. Dibawahnya masyarakat melakukan tindakan sesuai dengan tujuan-tujuan pada masyarakat pertama, diikuti oleh kelompok terakhir mrlakukan tindakan sesuai dengan ytujuan-tujuan kelompok kedua [Nader: 119,Walzer: 223].

Pada titik ini benar saat mengangap al-fabari memiliki tiga klasifikasi kelas masyarakat dalam Negara. Juga benar bahwa al-fabari, pada kenyataannya di pengaruhi plato, selajnjutnya pergi melampaui plato sendiri. Plato mencoba berfikir rasional ternyata tidak berhasil menemukan pendasaran rasional bagi teorinya yang mengkatagorikan masyakat kedalam tiga kelas. Menurut plato, kelas pertama terdiri dari seorang kepala Negara yang otoritasnya ialah memerintah dan mengatur Negara. Kelas kedua terbangun dari angkatan bersenjata, kekuatan militer, bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan Negara. Dan kelas ke tiga adalah masyarakat umum berlkewajiban menyediakan seluruh keperluan Negara. Guna mendukung klasifikasinya, plato jelas sekali membutuhkan konsep kebohongan mulia (Royal lie) menyatakan bahwa tuhan telah menciptakan manusia kedalam tiga jenis, masing-masing tercipta dari emas, perak, dan tembaga, serta besi. Sedangkan al-fabari menggunakan pandangan tentang organ-organ tubuh untuk perbandingan., hatta tampak konsepsi meta fisikya yang lain saling berhubungan.

B. Tentang Organ-organ dan Anggota Tubuh

Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, al-fabari menghubungkan masyarakt dengan tingkatan-tingkatan organ dan anggota tubuh. Oleh sebab itu al-fabari menjelaskan bahwa hati ( qalb ) merupakan organ terpenting dari tubuh, dan hati tidak di perintah oleh organ-organ lainnya. Organ selanjutnya adalah otak ( dimagh ) yang ,merupakan organ sekunder. Yang terakhir diperintah oleh hati tapi memerintah organ-organ lainnya. Ia ( otak ) membantu hati melalui empat fungsi:

  1. mengatur panas bagian dalam ( al-harrah al-ghariziyyah innate heart) yang berasal dari hati;
  2. Menyuplai kekuatan syaraf inderawi ( al-quwwah al-hassah al-raissah ) agar anggota inti panca indera dapat bergerak;
  3. Memberiakn alat-alat penggerak syaraf ( alat al-adla ) supaya anggota tubuh dalam hati bisa digerakkan;
  4. Menyediakan kekuatan bersama sumsum tulang belakang ( al-nukha ) kepada syaraf yang mempunyai akar-akar didalamnya. [Nader: 92-94,Walzer: 175-181].

Dibawah otak terdapat jantung ( al-kabid ), limpa (al-thihal), dan organ-organ reproduksi ( adla al-tawlid). Disamping organ-organ tersebut terdapat organ-organ lebih rendah ( subordinate ) nam,un bekerja secara bersama, baik dilakukan sendiri maupun kolektif bersama empat bagian pokok seperti mulut ( al-famm) paru-paru(al -riah), ginjal ( al-kulliyyah)dan lain lain. [Nader: 96,Walzer: 183-185].

Sama halnya dengan Negara pun mempunyai fungsi yang beragam serta berjalan dengan alurnya, ada fungsi utama yaitu kepala Negara dan fungsi kedua adalah dukungan dari masyarakat yang mengatur negaranya menjadi negara yang utama bukan menjadi negara bodoh.

Menjadi jelas dari pemaparan diatas, bahwa karakteristik pemikiran al-fabari senan tiasa di mulai dengan elemen peran utama disetiap segala sesuatu. Sebab pertama merupakan eksisrten penting dan utama bagi benda-benda (bodies) incorporeal (sebab kedua), dan bagi eksisten-eksisten lain setelah benda-benda incorporeal tersebut. Jiwa ialah eksistensi penting bagi tubuh; dan hati merupakan fakultas penting bagi tubuh. Akan tetapi, kita harus membedakan antara kasus sebab pertama dan esensi-esensi lainya . tidak seperti sebab pertama yang intelek, dipikirkan, dan memikirkan dalam dirinya sendiri, sebab-sebab yang lain memerlukan eksistensi lainnya untuk dukungan.

BAB III

KOMENTAR

Dalam pemikiran al-farabi berbeda dengan pemikiran barat mereka hanya menengahkan tentang pemikiran logikanya saja sedangkan al-farabi menengahkan politiknya dihubungkan dengan kehidupan manusia seperti halnya pemikiran tentang negara al-farabi negara di samakan halnya dengan organ tubuh manusia yang memiliki fungsi dan peran yang berbeda.

Begitu pula dengan negara satu negara berbeda dengan negara lainya dan menginginkan menjadi negara yang utama dari negara-negara lain. Tulisan filsafat politik al-farabi merujuk pada sebuah rangkaian konsekuensi-konsekuensi politik yang disimpulkan dari isu-isu moral yang fundamental. Secara definitif filsafat politik harus tetap bersifat independent; terbebas dari system religius tertentu berbagai macam kepercayaan. Hal ini dikarenakan ia dilandaskan pada pilar-pilar metafisika dan rasio.

SIMPULAN

Tulisan filsafat politik al-farabi merujuk pada sebuah rangkaian konsekuensi-konsekuensi politik yang disimpulkan dari isu-isu moral yang fundamental. Secara definitif filsafat politik harus tetap bersifat independent; terbebas dari system religius tertentu berbagai macam kepercayaan. Hal ini dikarenakan ia dilandaskan pada pilar-pilar metafisika dan rasio.

Kota bodoh dibagi kedalam enam bagian :

1. kota darurat{ al-madinah al-dlaruriyyah}

2. kota picik { al-madinah al-mazhzhalah}

3. kota rusak dan hina { almadinah al-khissah wa al-suquth }

4. kota gila hormat { al-madinah al-karamah }

5. kota haus kekuasaan { al-madinah al-taghallub }

6. kota demokrasi { al-madinah al-jama’iyah }

Hati mempunyai empat fungsi:

a. mengatur panas bagian dalam ( al-harrah al-ghariziyyah innate heart) yang berasal dari hati;

b. Menyuplai kekuatan syaraf inderawi ( al-quwwah al-hassah al-raissah ) agar anggota inti panca indera dapat bergerak;

c. Memberiakn alat-alat penggerak syaraf ( alat al-adla ) supaya anggota tubuh dalam hati bisa digerakkan;

d. Menyediakan kekuatan bersama sumsum tulang belakang ( al-nukha ) kepada syaraf yang mempunyai akar-akar didalamnya.

DAFTAR PUSTAKA

Harun Nasution, Akal dan Wahyu Dalam Islam, (Jakarta : Universitas Indonesia, 1982)

NANANG TAHQIQ (ed), Politik Islam, ( Jakata : KENCANA April 2004)

Internet :http//www.scribd.com/doc/3947427/Konsep-Psikologi-alFarabi

Internet : http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&hs=FvB&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&channel=s&q=filsafat+aliran+pemikiran+barat&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=

MAKALAH FILSAFAT

PEMIKIRAN AL-FARABI

Untuk Memenuhi Nilai UAS Semester III B Sekolah Tinggi Agama Islam Sukabumi

Dosen : Bapak Abdul Malik, S.Ag.

Nama: IWAN MUHAMMAD KOSIM

SEMESTER: III B

NIM : 2009.1055

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM

KOTA SUKABUMI

2011

Jumat, 08 Oktober 2010

PENGANGURAN DAN TRORISME


@mail : iwanmuhammad55@yahoo.co.id


Banyak para ilmuan atau para pakar politik yang menjelaskan bahwa teroris berasala dari kaum khawarij. Kaum ini berpendapat bahwa jika orang kafir yang tidak bias diajak ,masuk isam maka mereka berpendapat iharus diperangi dan itu ternasuk jihad. Padahal islam sebenarnya tidak mengajarkan seperti itu melainkan jika orang atau non-muslim menyatakan perang dengan orang islam maka harus di perangi dan itu termasuk jihad, jika mereka tidak menyatakan perang dengan orang islam maka kita wajib untuk mendoakannya supaya mendapatkan hidayah.

Mereka berpendapat seperti itu karena mereka geram akan tindakan-tindakan non muslim atas atas pelcehan agama, memang sebenarnya dalam islam pun kita harus membalasnya akan tetapi dengan tidak cara teroris dan banyak pula pembela-pembela agama islam yang menyatakan pro dengan teroris (para ulama) dan ada juga sebagian besar di kalangan itu contra dengan teroris mengapa? Karena banyak juga umat islam yang tiak bersalah terkena bom! Dari teroris.

Paling banyak teroris yaitu di Indonesia yang telah tertangkap oleh polisi seperti abu bakar baasyir dkk.

Mengapa rakyat Indonesia bayak yang menjadi teroris?

Sayapun cukup mengherankan karena di Indonesia bayak umat islam yang mengerti akan islam itu sediri, akan tetapi banyak juga yang di nobatkan sebagai teroris yaitu umat islam. Para peniliti social berpendapat bahwa yang menjadi factor utama menjadi seorang teroris yaitu PENGANGURAN.

Di sisi lain juga rakyat Indonesia pun paling banyak yaitu penganguran jumlah di Indonesia yang keluar dari prguruan tinggi (sarjana I) SI per tahun ± 10.000 orang. Belum tentu uuga mereka mandapatkan pekerjaan yang layak untuk, mereka shingga asumsi kaum khawarij dan doktrin-doktrin kaum ini dapat di terima oleh para pengangguran, karena kebanyakan orang-orang teroris adalah dari orang-orabng yang berintelektual yang tinggi seperti : elektronika, kimia, IT dan lain sebagainya.

Jadi siapakah yang salah? Teroris atau pemerintah ? jadi masihkan pemerintah kita menyalahkan teroris kebanyakan pemerintah melihat dari satu aspek saja, akan tetapi aspek yang lain tidak difikirkan. Karena pemeintah berpendapat bahwa jika mereka dari kaum khawarij maka mereka teroris belum tentu juga semua kaum khawarij itu adalah teroris.

Seharusnya kita pun ikut berfikir bagaimana caranya kita membersihkan para pengangguran dan memberikan lapangan pekerjaan untuk mereka, maka teroris pun berkurang bukan semakin bertambah dan pengangkapan atau pembersihan teroris pun mudah untuk membersihkannya.

Kadang kita pun dibuat risih oleh teroris tersebut bukan perlawanan yang kita cari, tapi bagaimana? kita memberikan masukan kepada mereka itulah yang harus kita fikirkan matang-matang.

Semoga pemerintah kita mengerti akan kehidupan rakyatnya.

Minggu, 18 April 2010

IBU

Kau adalah perisai hidupku
Kau adalah pujaanku
Karena dirimu aku ada
Karena cinta dan kasihmu sepanjang masa
Dirimu adalah figur
Dirimu adalah contoh bagi kami
Kau kan selalu ada dalam hati kami
Ku tak ingin kau pergi begitu cepat
Karena dirimu selalu ada
Walau kau jauh kami selalu melihatmu
Dan seperti hidup
Dan akan hidup selamanya di dalam hati kami
Semakin jauh kau semakin dekat
Semakin ada dalam hidup kami

Selasa, 08 Desember 2009

OBAT SUPAYA TIDAK STRES / PENGHILANG STRES


Kebanyakan semua orang menghadai stres berat dan hampir-hampir meka semua bunuh diri bagaimana cara orang supaya tidak menjadi stres?

anda telah masuk ke blog yang benar yaitu blog orang supaya tidak stres :

yang pertama :
Mainlah, permainan yang membuat anda senang.
yang kedua :
Bemain musik atau kalo anda tidak bisa bermain musik bisa juga dengan mendengarkan musik yang membut kita nyaman dan rileks.
yang ketiga :
Jalan-jalan dengan melakukan ini, kita setidaknya dapat menghilangkan stres kita atau ketempat yang kita inginkan, seperti kepuncak, kepesta, dan buatlah diri anda menjadi orang yang selalu senang di hadapan orang lain.
yang ke empat :
Kerteriaklah sekuat mungkin atau sekeras mugkin, karena di dalam stres itu adalah unek-unek yang ingin di keluarkan yang ada dalam diri kita tetapi, kamu malu melakukan tersebut.

yang ke lima :
Liahatlah video lucu, yang membuat kita senang dan melupakan semua permasalahan kita.

Akibat stres berat :
1. Karena dampak pekerjaan yang menumpuk
2. Karena kemiskinan
3. Karena cinta
4. Faktor dalam { rumah kita sendiri }
5. Keinginan yang tidak terpenuhi

Dan yang banyak stres dikalangan anak muda dari dulu hingga sekarang yaitu dalam masalah pekerjaan, sekolah, dan cinta itu tadak bisa di hindari oleh semua manusia.

Bagaimanakah agar kita menghindari dari stres tersebut? yaitu pertama berwudu, yang kedua shalat, yang ketiga carilah orang-orang yang akan membuat kita senang, bisa juga adik, orangtua, teman, kakak, dan mugkn bisa juga guru kita, dan sebaiknya orang yang terdekat dengan kita harus menegetahui apa yang jadi permasalahan kita? apa yang akan kita pikirkan? dan apa yang kita mau? dan selalu mensuport kita selalu tegar menghadapi pemasalahan tersebut.
SELAMAT MENCOBA DAN SUKSES

Senin, 07 Desember 2009

Pengertian Paragraf atau Alinea

Alinea ialah seperangkat kalimat yang mengandung sekelompok ide yang saling berkaitan dan bernaung di bawah satu ide pokok.

Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Kalimat-kalimat paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut. Topik paragraf adalah pikiran utama didalam sebuah paragraf. Atau Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiyah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. (komunitas dan perpustakaan online indonesia/organisasi.org/pengertian_paragraf_alinea_dan_bagian_dari_paragraf_bahasa_indonesia).

Syarat sebuah paragraf
Di setiap paragraf harus memuat dua bagian penting, yakni :
1. Kalimat Pokok
Biasanya diletakkan pada awal paragraf, tetapi bisa juga diletakkan pada bagian tengah maupun akhir paragraf. Kalimat pokok adalah kalimat yang inti dari ide atau gagasan dari sebuah paragraf. Biasanya berisi suatu pernyataan yang nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh kalimat lainnya dalam bentuk kalimat penjelas.
2. Kalimat Penjelas
Kalimat penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan tambahan atau detail rincian dari kalimat pokok suatu paragraf.

Tanda Paragraf
Sebuah paragraf dapat ditandai dengan memulai kalimat pertama agak menjorok ke dalam.

Macam-macam paragraf
Paragraf dibagi menjadi dua yaitu :
1. Paragraf Deduktif
Paragraf yang meletakkan topik kalimat pada awal paragraf.
2. Paragraf Induktif
Paragaraf yang meletakkan topik kalimat pada akhir kalimat.

Suatu hal yang harus ditekankan disini adalah bahwa kalimat topik itu harus yang ideal, bukan kaimat topik yang membinggungkan.
Kalimat topik yang ideal adalah kalimat topik yang jelas maksudnya dan dapat dipahami oleh pembaca. Dan pembaca tersebut tidak harus berfikir lama-lama apa yang disampaikan oleh penulis.

Contoh kata yang membingungkan :
Sistem pondasi cakar ayam p[enemuan al-marhum Prof. sedyamanto yang terkenal akhir-akhir ini di kalangan internasional, terutama di negara Asean karena dipakai untuk membangun berbagai struktur diatas tanah lembek.

Seharusnya :
Sistem fondasi cakar ayam dipakai untuk mebengun berbagai struktur diatas tanah lembek.

Pengembangan Paragraf
Mengarang itu adalah usaha mengembangkan beberapa kalimat topik.

Teknik Pengembangan Paragraf
Teknik pengembangan paragraf itu secara garis besarnya, ada dua macam. Pertama, dengan menggunakan"ilustrasi", Kedua dengan cara "analisis". Apa yang dinyatakan kalimat topik dianalisis secara logis sehingga pernya taan tadi dapat menyakinkan pembaca.
dalam praktik, kedua teknik diatas dapat dirinci lagi dengan beberapa cara, di antaranya (a). dengan memberikan contoh, (b) dengan menampilkan Fakta-fakta (c) dengan memberikan alasan-alasan, (d) dengan bercerita.

Pembagian paragraf menurut teknik pemaparannya

menurut teknik pemaparannya ada empat yaitu :
a. deskriptif
disebut juga dengan paragraf lukisan atau melukiskan (lukisan).
b. ekspositoris
disebut juga paragraf paparan. paragraf ini menampilkan suatu objek.
c. argumentatif
sebenarnya dapat dimasukkan kedalam ekspositoris. paragraf argumentatif disebut juga persuasi. paragraf ini bersifat membujuk atau menyakinkan pembaca, terhadap suatu hal atau objek.
d. narasi
biasanya dihubung-hubungkankan dengan cerita. oleh sebab itu, sebuah karangan narasi atau paragraf narasinya hanya ditemukan dalam novel, cerpen atau hikayat.

Selasa, 24 November 2009

MAKALAH MSI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ucapan hamdallah kita panjatkan sebagai implementasi rasa syukur kita kehadirat Ilahi Rabbi yang telah memberikan kita kekuatan fikir dan dzikir. Dialah Tuhan yang patut kita sembah karena kemurahan dan kedermawan-Nya kita masih diberi kesempatan mengisi alam ciptaan-Nya ini, walaupun kadang kita suka sombong dengan apa yang kita miliki padahal sesungguhnya hal itu milik Allah semata. Shalawat beserta salam selalu dan senantiasa kita curahkan kepada revolusiner Islam, yakni Nabi Muhammad Saw, yang menjadi petunjuk dan pengarah jalan keselamatan, kepada keluarganya, para sahabatnya dan para a’tbaut tabiin dan sampai kepada kita sebagi umat yang selalu berusaha untuk bisa ta’at kepadanya.
Dengan mengucapkan hamdalah, kami kelompok VI (enam) dalam bidang studi METODOLOGI STUDI ISLAM (MSI), telah merampungkan tugas membuat makalah ini dengan tema ISLAM, MORAL DAN KEMANUSIAAN.
Dan kami pun tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yan telah membantu dalam pembuatan makalah ini, baik moril maupun materil. Khusunya Bapak Ade Saefurrahman, S.Pd.I, dosen bidang studi MSI yang telah memberikan motivasi yang berharga buat kami.
Semoga makalah tipis dan singkat ini menjadi perubahan besar bagi kehidupan muslim di Indonesia. Amin.

B. Rumusan Masalah
Makalah Islam, Moral Dan Kemanusiaan ini diambil dari beberapa rumusan berikut :
1) Apa itu Islam dan kaitannya dengan akhlak dan moral?
2) Apa visi (tujuan) Nabi Muhammad Saw. diutus?
3) Apa saja yang termasuk akhlak terpuji dan akhlak tercela?
1) Apa keduduakan dan tugas manusia diciptakan?
2) Apa yang dimaksud keluarga, masyakat dalam Islam dan bagian-bagiannya?
3) Apa yang dimaksud musyawarah dan silaturahmi?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah :
1) Memenuhi tugas kelompok dalam bidang studi ‘Metodologi Studi Islam’ mahasiswa/i semester satu STAI Sukabumi;
2) Untuk menambah wawasan dan pengalaman dalam menyusun dan menulis makalah;
3) Mengimplementasikan dalam bentuk tulisan ilmu yang telah kami dapatkan dalam pelajaran MSI.
D. Sistematika Penulisan
Penulisan makalah ini disusun berdasarkan bab dengan rincian:
Bab I PENDAHULUAN yang berisi Latar belakang, Rumusan masalah, Tujuan penulisan dan Sistematika penulisan.
Bab II PEMBAHASAN (ISLAM, MORAL DAN KEMANUSIAAN) yang meliputi:A.Islam dan Moral (1.Visi Nabi Muhammad diutus, 2.Akhlak Islami), B. Islam dan Kemanusiaan (1. Kedudukan Manusia, 2.Tugas Manusia, 3. Keluarga, Masyarakat dalam Kehidupan Manusia, 4.Musyawarah, dan 5. Hubungan Silaturahmi).
Bab III PENUTUP yang meliputi : A. Simpulan dan B. Saran.dan
Daftar Pustaka.

bab II msi

BAB II
ISLAM, MORAL DAN KEMANUSIAAN

Secara garis besar ( big line), pada bagian ini kita akan membicarakan dua materi yang dihubungkan dengan Islam. Dan tidak akan terlepaskan satu sama lain, karena merupakan implementasi atau buah hasil dari Islam itu sendiri. Pertama, Islam dan Moral, dan yang Kedua, Islam dan Kemanusiaan.
A. Islam dan Moral
Islam adalah agama sam’i (dari Allah) dan Allah pun meridhoinya ( Al-Maidah :3 ). Menurut istilah Agama adalah “wadh un ilaa hiyyun alladzii yusyaaqu lidzawil uquuli lisa’adatihim dunyan wa ukhra”, yang artinya” Aturan Allah yang dibebankan kepada orang (makhluk) yang berakal untuk mendapatkan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat”. Dengan demikian Islam merupakan konsep hidup manusia yang memercayai keberadaan dan kebenarannya, karena islam sesuai dengan risalah (visi) manusia yaitu menginginkan hidup bahagia baik di dunia maupun di akhirat seperti do’a yang selalu dibaca “robbanaa aatina fiddun ya hasanah wa fil aakhiroti hasanah waqinaa adzaabannaar”.
Islam merupakan agama yang komplit, bahkan super komplit. Semua tingkahlaku manusia ada aturan mainnya atau tata tertibnya yang disebut adab.
Adab merupakan tolak ukur atau standarisasi dari tingkahlaku manusia, apa dia bertingkahlaku baik atau tidak.
Suatu kondisi atau sifat yang telah meresap dalam jiwa dan sudah menjadi kepribadian yang menimbulkan berbagai macam perbuatan, spontan tanpa dibuat-buat dan tanpa memerlukan pemikiran baik yang sesuai dengan adab maupun yang tidak disebut Akhlak (Iwan Ridwan). Keberadaan Islam dengan akhlak saling berhubungan, karena islam diliputi dengan akhlak yang mulia. Pernyataan itu sesuai dengan Hadits Rosullah Saw. yang artinya: “ Sesungguhnya Allah itu meliputi Islam dengan akhlak yang mulia dan perbuatan yang baik”.(HR.Mu’adz Bin Jabal)

Dalam Islam dipelajarai bagaimana bertingkahlaku (berakhlak/moral)yang baik. Meskipun ada yang membedakan antara akhlak dengan moral.Hal itu terjadi karena sumber rujukan dari keduanya berbeda. Akhlak bersumber dari Qur’an dan Hadits, sedangkan Moral bersumber dari kebiasaan komunitas tertentu, bisa dikatakan dia bermoral yang baik apabila sesuai dengan adab kebiasaan komunitas tersebut
Al-qur’an sebagai sumber akhlak hanya sebagai teoritis saja, sedangkan hadits merupakan pengantar/penjelas dari teoritis tersebut dan peraganya yaitu Nabi yang mendapat teori tersebut, yakni Nabi Muhammad Saw.
Realita yang ada, orang pasti kurang tertarik pada sesuatu, bahkan tidak akan tertarik jika dia hanya tahu lewat membaca dan mendengarkan saja dari orang lain tanpa ada yang memperaktikannya terlebih dahulu, begitu juga agama yang berhubungan dengan keyakinan seseorang. Untuk menularkan dan mengimplementasikan teori tersebut, tercermin dari visi Nabi Muhammad Saw. diutus ke alam dunia ini.
1.Visi Nabi Muhammad Saw. diutus
Visi perdana Rosulullah di dunia ini tertuang dalam haditsnya yang berbunyi “Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik”(HR.Imam Malik)
Kapasitas Nabi bagi umatanya sebagai suritauladan yang baik, sesuai dengan firman Allah Swt. Dalam surat Al-Ahjab:21.
Secara teoritik akhlak dapat dibagi menjadi dua bagian, Pertama, Akhlakul karimah yaitu akhlak yang mulia (baik), yang kedua, Akhlakul Mazmumah yaitu akhlak yang tercela ( jelek).
Akhlak yang mulia (Akhlakul Karimah) adalah akhlak yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah (hadits), sedangkan akhlak yang tercela (akhlakul Madzmumah) adalah akhlak yang tidak sejalan dengan Alquran dan sunnah (hadits), bahkan bertentangan dari keduanya.


Diantara akhlak yang termasuk akhlak yang baik (Akhlakul Karimah) adalah :
a) Ta’aruf ialah saling kenal mengenal. Islam mengajarkan umatnya untuk saling mengenal satu sama lain, karena Allah menciptakan manusia dari jenis, suku, bangsa yang berbeda. Sebagaimana firman Allah Saw. yang artinya “Wahai manusia! Sesungguhnya Kami jadikan kamu terdiri dari jenis laki-laki dan perempuan dan Kami jadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar antara kamu saling kenal mengenal” (Q.S.Al_Hujurat, 49:13)
b) Tafahum adalah saling pengertian. Dalam segala persoalan, rasa pengertian selalu mendominasi dan penting keberadaannya apalagi manusia termasuk makhluk social (zoon socialis) yang memerlukan teman.
c) Ta’awun, berarti tolong menolong. Sifat Ta’awun ini sesuai dengan perintah Allah dalm surat Al-Maidah, 5:2 yang artinya “Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan, taqwa dan janganlah kamu tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan”.
d) Menyelamatkan muslim yang lain, sebagaimana sabda Rosulullah Saw yang artinya : “Muslim (sejati) adalah muslim yang dapat menyelamatkan muslim lainnya, baik dari lisannya maupun dari tangannya”.(HR.Bukhori)
e) Menunaikan janji.Allah Swt. Memerintahkan kita untuk menunaikan janji (akad) seperti yang tercantum dalam surat Al-Mai’dah ayat 1, yang artinya “Hai orang –orang yang beriman tunaikanlah janji–janji itu”.
f) Membersihkan kotoran dari jalan. Sabda Nabi Muhammad Saw, yang artinya “ Membuang kotoran dari jalan muslimin(umum) adalah bagian dari iman”.(HR Muslim)
Diantara akhlak yang termasuk akhlak yang tercela (akhlakul Madzmumah) adalah :
a) Ria ( ingin dilihat orang lain). Contohnya, jika ia berbuat kebajikan ia ingin orang-orang disekitarnya mengetahui kebajikannya agar mendapat pujian.
b) Munafik adalah sikap mendua/berwajah ganda, seperti kata pribahasa “srigala berbulu domba”.Ada tiga ciri orang yang memunyai sikap munafik, sabda Rosulullah saw.dalam haditsya : “Ciri-ciri orang munafik ada tiga, jika ia berbiacara maka dia bohong, apabila ia berjanji dia mengingkari, dan apabila dipercaya maka dia berhianat”.(H.R Muslim)
2. Akhlak Islami
Didalam Al-qur’an dan sunnah terdapat tuntunan agar kita berakhlak mulia.Pertama, tuntunan yang bersipat perintah dan yang kedua yang bersipat cegahan. Umapamanya perintah untuk memuliakan orang tua dan sekaligus cegahan untuk membentak orang tua.
Disamping itu, akhlak yang dianjurkan oleh Islam dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama yang berhubugnan dengan manusia dan yang kedua berhubungan dengan alam.
Diantaranya yang termasuk akhlak mulia yang berhubungan dengan manusia adalah :
1) Mempererat hubungan silaturahmi dan melarang memutuskannya;
2) Berbuat baik kepada kedua orang tua;
3) Berbuat baik kepada tetangga,
Seperti sabda Nabi Muhammad Saw. dalam dua hadist yang berbeda tentang perintah dan larangan bersikap kepada tetangga. Perintah memuliakan tetangga, artianya “ barang siapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir hendaknya memuliakan tetangganya”Larangan menyakiti tetangga tercantum dalam hadist Nabi Saw yang artinya “Tidak masuk sorga orang yang tidak memuliakan tetangganya”.
Diantara akhlak yang berhubungan dengan alam/lingkungan adalah bahwa manusia tidak dibolehkan melakukan kerusakan di bumi.
B. Islam dan Kemanuisaan
1. Kedudukan Manusia
Jalaludin Rahmat menulis sebuah artikel yang mengatakan bahwa dalam Al-Qur’an terdapat tiga istilah kunci yang mengacu pada makna pokok manusia : Basyar, Insan, dan Al-Nas.
Basyar dalam Al-quran disebut sebanyak 27 kali, memberikan referensi pada manusia sebagai mahluk biologis. Sebagai makluk biologis manusia dapat dilihat dari perkataan Maryam kepada Allah, “Tuhanku bagaimana mungkin aku mempunyai anak padahal aku tidak disentuh basyar”.(QS.Ali Imran : 47)
Konsep basyar selalu dihubungkan dengan sifat-sifat biologi manusia : makan, minum, seks, dan berjalan di pasar. Menurut Abdul Al-jalil Isa yang cenderung berpendapat bahwa nabi Muhammad melakukan ijtihad sebagaimana sahabat melakukannya.
Adapun kata Insan dalam Al-Qur’an disebut sebanyak 65 kali dalam dikelompokan dalam tiga kategori, Pertama, insan dihubungkan dengan konsep manusia sebagai kholifah atau pemikul amanah; Kedua, insan dihubungkan dengan predisposisi negative manusia; Ketiga, insan dihubungkan dengan proses penciptaan manusia.
Dalam al-Qur’an dikatakan bahwa, insan adalah makhluk yang diberi ilmu dan daya nalar dengan nadzar (merenungkan, memikirkan, menganalisa, dan mengamati) perbuatannya.
Konsep kunci yang ketiga adalah al-nas yang mengacu kepada mansuia sebagai makhluk social. Ia disebut dalam Al-qur’an sebanyak 240 kali. Pertama, banyak ayat yang menunjukan kelompok social dengan karakteristiknya, kedua, dengan memperhatikan ungkapan Aktsar Al-nas, Jalaludin Rahmat menyimpulkan bahwa sebagian besar manusia mampunyai kualitas rendah, baik dari segi ilmu maupun iman.
Jadi, kedudukan manusia adalah sebagai makhluk individu dan makhluk social atau zoon politicon yang artinya manusia itu adalah makhluk yang selalu hidup bermasyarakat( Aris Toteles ), makhluk biologis dan makhluk psikologis( spiritual ).
Manusia adalah gabungan antara unsur material (basyar) dan unsur ruhani . Dari segi hubungannya dengan Tuhan kedudukan manusia adalah sebagai hamba atau makhluk yang sempurna , terbaik bentuknya dengan memunyai keistimewaan akal pikiran.

2. Tugas Manusia
Dengan mengacu kepada Al-quran kita dapat mengatakan bahwa tugas manusaia adalah beribadah kepada Tuhan dalam arti umum bukan hanya ibadah dalam arti khusus atau mahdhoh.Dalam surat Ad-dzariat syst 56. “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia supaya mereka menyembahKu”. Adapun tugas ibadah dalam arti khusus adalah menyembah Allah yang secara teknis sudah diatur dalam sunnah. Sedangkan ibadah dalam arti umum adanya keyakinan bahwa seluruh perbuatan kita yang bersifat horizontal semata-mata diperuntukan untuk Allah.
Disamping itu tugas manuisa adalah seperti yang termaktub dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 30, manusia adalah khalifah fil ardhi ( wakil, pengganti, atau duta) Tuhan di bumi dan akhirnya akan diminta pertanggungjawaban atas perwakilannya..
Kekhalifahan manusia di bumi, memiliki implikasi prinsipil yang luas karena kedudukannya sebagai wakil Tuhan di bumi. Manusia akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan yang mewakilkannya, tentang tugas suci yang diembannya.( Nurcholish Madjid 1992:302).
Jalaludin Rahmat menjelaskan bahwa manusia adalah mahluk paradoksal yang berjuang mengatasi konplik dua kekuatan yang saling bertentangan adalah kekuatan mengikuti fitrah yang memikul amanat Allah, dan kekutan mengikuti predisposisi negative yang sifat keluhkesah cenderung bakhil, dzolim dan hanya memikirkan kehidupan duniawi.
3. Keluarga dan Masyarakat dalam Kehidupan Manusia
Keluarga berasal dari penyatuan antara pikiran-pikiran yang berbeda watak, sifat, dan prilaku yang menjadikan satu persepsi dan tujuan yang sama serta dimulai dari hasrat dan keinginan individu-individu tersebut. Hasrat adalah fitrah yang dibawa sejak lahir. Dalam menciptakan keluarga sakinah, mawadah dan warahmah harus memiliki kretaria sebagai berikut:

a) tidak ada pertalian sedarah;
b) sudah dewasa;
c) baligh;
d) seagama;
e) mampu (material immaterial);
f) keturunan;
g) penampilan ;
h) keserasian.
Sabda Rosullallah Saw, yang artinya, “Seorang wanita dinikahi karena empat hal yaitu: Karena kecantikannya, keturunannya, kekayaannya dan karena agamanya, jika kamu ingin selamat pilihlah wanita yang kuat agamanya. (HR.Ibnu Majjah Al-Asqalani :208-9).
Keberadaan keluarga menjadi kelompok utama ‘pimary group’, dengan cara spontan dalam keluarga akan terjadi proses “sosialisasi” yaitu proses pengintegrasian indinidu kedalam kelompok sebagai anggota kelompok yang memberikan landasan sebagai mahluk sosial.
Dilihat dari segi ini maka terbentuknya masayarakat adalah komunitas dari berbagai keluarga. Secara sadar atau tidak sadar manusia hidup dalam berbagai kesatuan atau organisasi dan ia pun menjadi peserta dalam usaha-usaha kesatuan itu. Kesatuan itu diperoleh karena kelahirannya, maka terjadilah pergaulan manuisa yang satu dengan yang lainnya. (Drs.Suparto:1986)
Dalam ilmu kemasyarakatan kita mengenal ada dua masyarakat yaitu : Masyrakat paguyuban dan masayrakat patembeyan.
Dalam masyarakat paguyuban ( gemeinchaft ) terdapat suatu hubungan pribadi antara anggota-anggota yang menimbulkan suatu ikatan batin antara mereka. Paguyuban dapat memunyai dasar alami ( darah ) misalnya, rukun kematian dasar kerohanian.
Dalam masyarakat patembayan ( geselschaft ) terdapat hubungan pamrih antara anggota-anggotanya, suatu hubungan yang terutama ditujukan untuk memperoleh keuntungan kebendaan misalnya, perkumpulan dagang, kehidupan dalam perusahaan anggota-anggota koperasi.
Menurut sebagian para ahli masyarakat dapat dibedakan sebagai berikut:
1) Masyarakat muttaqun yaitu, masyarakat yang takut dan cinta serta hormat kepada Allah;
2) Masyarakat mukmin, yaitu masyrakat yang beriman kepada Allah yan dinyatakan dengan pengikraran secar lisan diwujudkan dalam amal perbuatan;
3) Masyarakat muslim yaitu, masyarakatyang pasrah kepada ketentuan Allah dan penuh keikhlasan dan kesadaran;
4) Masyarakat muhsin yaitu, masyarakat yan selalu berbuat baik dan beribadah kepada Allah;
Muttaqun, mukmin, muslim, muhsin, kafir, musyrik, munafik, fasik, dzolim
5) Masyarakat kafir yaitu, masyarakat yang mengingkari dan menolak kebenaran Allah;
6) Masyarakat musyrik yaitu, masyarakat yang menyekutukan Allah dan dianggap ada Tuhan selain Allah;
7) Masyarakat munafik yaitu, masyarakat yang bermuka dua dengan tanda-tanda suka berbuat dusta, tidask menepati janji dan suka berkhianat;
8) Masyarakat fasik yaitu, yang suka berbuat kerusakan dengan cara melanggar batas-batas ketentuan Allah;
9) Masyarakat dzolim yaitu, masyarakat yang suka menganiyaya termasuk terhadap dirinya;
10) Masyarakat mutraf yaitu, masyarakat yang tidak mensyukuri nikmat dan anugerah dari Allah.
Dari kesepuluh tipe masyarakat itu, yang termasuk masyarakat Muslim yang sebenarnya adalam masyarakat tipe pertama, kedua, ketiga dan keempat. Masyarakat Muslim adalah masyarakat yang teosentris dan etika-religius. Artinya, masysrakat yang serba Tuhan yang segala aktivitas hidupnya diwarnai moral dan etika islam. Sebagai masyarakat teosentris, mereka senantiasa menempatkan Tuhan sebagai arah dan tujuan akhir hidup yang ingin diraih. (Muhammad Fazlurrahman Ansari (1984:166-167).
6. Musyawarah
Musyawarah adalah pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan dan penyelesaian bersama. Menurut al-Thabari, musyawarah adalah saling mengemukakan pembicaraan (al-kalam) untuk memperlihatkan kebenaran. Dan menurut Ashfahani, musyawarah ialah saling mengeluarkan pendapat antara satu dan lainnya.
Dalam pelaksanaannya, musyawarah ini terdapat beberapa kriteria seperti yang diungkapkan Para Ulama. Diantaranya :
a) Menurut pengikut Imam Syafi’I (syafi’iyah), jumlah anggota musyawarah itu sebanyak empat puluh orang. Hal ini sesuai dengan batas minimal kebolehan melaksanakan shalat Jumat;
b) Menurut Abu Ali Muhammad bin Abi al-Wahab al-Jubai, jumlah anggota musyawarah minimal lima orang;
c) Menjurut Ulama kufah, minimal tiga oran dan salah satu dianaranya menjadi pemimpin musyawarah; dan
d) Memurut Sulaiman bin Jarr al-Zaidi dan sebagian pengikut Muktazilah, anggota musyawarah minimal dua orang.
Adapun syarat-syarat yang harus dimiliki oleh angota musyawarah, diantaranya ialah beragama Islam dan bertakwa dan berilmu, berakal, berkemampuan, mampu memberiakn masukan dan nasihat, dan memunyai sifat kasih sayang. (Ismail al-Badwi, 1981;56-84)
7. Hubungan Silaturahmi
Silaturahmi adalah komunikasi, yaitu proses awal terjadinya sebuah perkenalan antarsatu sama lain. Sialturahmi secara etimologi berasal dari bahasa arab yang artinya hubungan keluarga yang bertalian darah.
Bahasan silaturahmi sangat luas dan dalam kenyataannya silaturahmi tidak hanya yang bertalian darah saja namun silaturahmi antarmanusia dengan manusia dan yang lebih luas lagi hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
Dilihat dari objeknya, silaturahmi terbagi empat bagian :
a) Silaturahmi dengan diri sendiri;
b) Silaturahmi dengan sesama manusia;
c) Silaturahmi dengan seagama;
d) Silaturahmi dengan alam sekitar kita.
Adapun tingkatannya terbagi dalam empat bagian juga :
a) Berjabat tangan (al-mushafahah). Tingkatan ini membawa manusia kesifat lapang dada (al-shafh) yang lahira dari sifat pemaaf(al-‘afwu);
b) Saling memberi nasihat(tausiyah). Nasihat diarahkan pada perwujudan kebaikan dan penghilang kemaksiatan. Tingkatan ini menimbulkan terciptanya suasana kritik(al-naqd) yang sehat dalam kehidupan bermasyarakat. Kritikan dijadikan sebagai saran dan masukan yang berharga menuju kemaslahatan;
c) Saling bekerja sama dan tolong-menolong (almu’awanah dan al-musa’adah).Tingkatan silaturahmi ini dilaksanakan setelah tahapan-tahapan silaturahmi sebelumnya;
d) Menyuruh berbuat baik dan melarang berbuat munkar.
Adapun manfaat atau kebaikan dari silaturahmi adalah seperti yang disabddakan oleh Nabi Muhammad Saw. yang artinya, “Barang siapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah menghubungkan kekeluargaan (silaturahmi)”.
Pengertian luas rizki dalam ahdis di atas ialah, bahwa rizki yang diterima itu menjadikan berkah ‘bertambah dalam kebaikan’, baik untuk diri sendiri, keluarga maupun orang lain (manusia dan alam sekitar).
Keburukan meninggalkan silaturahmi atau mungkin memutuskan silaturahmi itu adalah tertutupnya pintu surga, dengan kata lain orang yang memutuskan silaturahmi tidak akan masuk surga, selain itu ia tidak akan mendapatkan ekbahgiaan baik di dunia maupun di akhirat. Sabda Nabi Muhammad Saw. yang artinya, “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan persaudaraaan (silaturahmi)”.H.R Ibnu Hajar al-Ashqolani).

bab III msi

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Islam termasuk agama sam’i yang diridhai Allah yang memunyai perhatian yang sangat besar terhadap akhlak dan moral, hal itu diwujudakn dengan adanya aturan seluruh tingkahlaku manusia. Akhlak dengan moral menurut pengertiannya sama yaitu tingakhlaku, tetapi memunyai rujukan (sumber) yang berbeda, Alquran dan Adat atau kebiasaan.
Dalam merealisasikan Akhlak itu, Allah telah mengutus Nabi Muhammad Saw. untuk menjadi peraga/contoh (suritauladan) yang baik, yang sesuai dengan konsep Islam tentang akhlak dan untuk menyempurnakannya.
Secara teoritis akhlak terbagi dua bagian yaitu, akhlak terpuji (Mahmudah) dan akhlak tercela (madzmumah).
Kunci kedudukan manusia ada tiga yaitu,pertama basyar (yang berhubungan dengan faktor biologis manusia), kedua insan (yang berhubungan tugas dan kapasitas manusia), dan yang ketiga an-nas ( yang berhubungan dengan kemasyarakatan, karena manusia termasuk mahluk sosial ‘human socialis’).
Dalam melaksanakan tugasnya manusia membuat kumpulan mulai dari keluarga sampai ketahap masyarakat. Dalam Islam, masyarakat terbagi kepada sepuluh kriteria, masyarakat Muttaqun, mukmin, muslim, muhsin, kafir, musyrik, munafik, fasik, dzolim dan mutraf.
Dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan keluarga dan masyarakat maka manusia diarahkan untuk selalu bermusyawarah apabila terjadi perselisihan/beda pendapat guna mencari jalan keluarnya. Disamping itu manusia diharapkan dan diwajibkan untuk menjaga tali persaudaraan(sialturahmi) baik sesame agam amupun sesama umat beragama.
B. Saran
Semoga di akhir hidup yang tinggal beberaap bulan, hari bahkan menit dan detik ini karena kita tidak tahu kapan badan ini diambil, kita menjadi hamba yang selalu dan senantiasa menjalankan segala perintah-Nya dengan melaksanakan tugas yang telah dibebankan kepada kita sebagai manusia yang diutus ke bumi ini.